• Kamis, 6 Oktober 2022

G20 Mendukung Penyetaraan Sertifikat Digital Vaksin Covid-19

- Senin, 4 April 2022 | 09:37 WIB
G20 mendukung penyertaan vaksin Covid19 (Sumber Foto/Kemlu RI)
G20 mendukung penyertaan vaksin Covid19 (Sumber Foto/Kemlu RI)

blitsnews.com - Negara anggota G20 menyambut positif dan mendukung penyelarasan standar protokol kesehatan global melalui penyetaraan sertifikat digital vaksin Covid-19.

Penyelarasan standar protokol kesehatan global ini bertujuan untuk mendukung kemudahan perjalanan internasional yang lebih aman dan tertib.

Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu Tulus - Tukar Jiwa

Sebagai informasi, penyetaraan sertifikat vaksin digital Covid-19 dengan teknologi universal verifier diinisiasi oleh Indonesia melalui Kemeterian Kesehatan.

Sistem Bubble untuk Peserta G20 Pimpinan Health Working Group G20 Maxi Rein Rondonuwu, pada penutupan G20 1st HWG di Yogyakarta, Selasa mengatakan, secara umum seluruh negara anggota G20 mendukung isu harmonisasi standar protokol kesehatan global.

Baca Juga: Yuk Kenali Ilmu Coding Saat Ini !

“Inisiasi standardisasi protokol kesehatan global dalam HWG G20 ini diharapkan bisa jadi momentum penataan ulang protokol kesehatan global yang seragam, guna memudahkan pelaku perjalanan antarnegara,” kata Maxi.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini, negara G20 pada 2021 sebenarnya telah sepakat mengadopsi pedoman protokol kesehatan, termasuk untuk sertifikat vaksin dan sistem informasi kesehatan digital.

Baca Juga: Netizen Berspekulasi Baek Yi Jin adalah Ayah Angkat Dari Putri Na Hee Do, Begini Teorinya!

Namun, dinamika pandemi Covid-19 di banyak negara menyebabkan kebijakan kesehatan ini berubah-ubah. Imbasnya, aturan protokol kesehatan tidak seragam. Salah satu contohnya, terdapat perbedaan standar dan keterbatasan sistem pengenalan dokumen tes usap dan sertifikat vaksin Covid-19.

Persoalan tersebut menyebabkan pelaku perjalanan internasional bingung dan tidak mendapatkan jaminan kepastian, termasuk biaya rawan membengkak.

Baca Juga: Kim Sejeong A Business Proposal Ungkap Dirinya Tidak Akan Pernah Pacari Rekan Kerja, Kenapa?

Baca juga: 3 Isu Kesehatan Utama yang Diusung G20 Teknologi universal verifier Maxi menyampaikan, salah satu solusi untuk mengatasi perbedaan standar protokol kesehatan global yakni lewat penyetaraan sertifikat digital vaksin Covid-19 melalui teknologi universal verifier.

Universal verifier adalah portal khusus yang dirancang untuk membaca data sertifikat vaksin negara lain. Teknologi ini dibuat sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO).

Baca Juga: Firza Andika Resmi Menjadi Pemain Baru Bagi Persija Jakarta

Jadi, setiap negara tidak perlu mengganti sistem dan QR Code yang telah digunakan. Sistem ini juga dirancang agar dapat digunakan di semua perangkat. Sistem universal verifier telah digunakan di kawasan ASEAN dan telah diujicobakan ke 20 negara anggota G20.

Hingga kini, sudah ada 19 negara yang setuju dan tergabung dalam portal universal verifier, sementara 1 negara lagi masih menunggu proses teknikal. “Sebelum acara G20, portal verifikasi sudah dibuat dan dipakai di kawasan ASEAN.

Baca Juga: AFF Futsal 2022 : Indonesia Hancurkan Brunei 12-0

Keberhasilan implementasi ini selanjutnya kami ujicobakan di negara-negara G20,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pada pembukaan 1st HWG G20 di Yogyakarta menyampaikan, isu harmonisasi standar protokol kesehatan global, terutama perjalanan antarnegara di masa pandemi Covid-19 penting diusung pada forum G20.

Halaman:

Editor: Ari Arjuno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update COVID-19, Pasien Positif Tambah 1.933 Kasus

Minggu, 3 April 2022 | 19:32 WIB
X