• Kamis, 6 Oktober 2022

Begini Hukum Tidur Saat Berpuasa Yang Sering Disalah Artikan, Benarkah Mendapat Pahala?

- Rabu, 6 April 2022 | 20:28 WIB
Hukum tidur saat berpuasa (sumber foto : https://pixabay.com/id/users/lillycantabile-8561101/)
Hukum tidur saat berpuasa (sumber foto : https://pixabay.com/id/users/lillycantabile-8561101/)

Blitsnews.com - Menjalankan puasa merupakan sebuah ibadah wajib yang harus dilakukan selama ramadhan.

Segala hal yang dilakukan selama seseorang berpuasa akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Termasuk tidurnya orang yang berpuasa selama bulan ramadhan, namun sering kali disalah artikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Source Music Merilis Pernyataan Menyangkal Rumor Penindasan Sekolah Oleh Kim Garam LE SSERAFIM

Hal ini berdasarkan hadits berikut :

بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه  

“Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246)

Tidur untuk sekedar bermalas-malasan tidak termasuk ke dalam tidur yang menghasilkan pahala dan bernilai ibadah.

Baca Juga: Teman Sekolah Membongkar Kelakuan Buruk Kim Garam LE SSERAFIM, Agensi Angkat Bicara

Tidur yang dimaksud bernilai ibadah selama berpuasa adalah tidur yang digunakan untuk mempersiapkan fisik dalam menjalankan ibadah.

Hal ini seperti keterangan dalam kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien:

  نوم الصائم عبادة ونفسه تسبيح وصمته حكمة، هذا مع كون النوم عين الغفلة ولكن كل ما يستعان به على العبادة يكون عبادة  
“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, nafasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah” (Syekh Murtadla az-Zabidi, Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).

Baca Juga: TXT Dikonfirmasi Akan Melakukan Comeback Bulan Mei Mendatang

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani:  

 وهذا في صائم لم يخرق صومه بنحو غيبة، فالنوم وإن كان عين الغفلة يصير عبادة، لأنه يستعين به على العبادة.

“Hadits ‘tidurnya orang berpuasa adalah ibadah’ ini berlaku bagi orang berpuasa yang tidak merusak puasanya, misal dengan perbuatan ghibah. Tidur meskipun merupakan inti kelupaan, namun akan menjadi ibadah sebab dapat membantu melaksanakan ibadah” (Syekh Muhammad bin ‘Umar an-Nawawi al-Bantani, Tanqih al-Qul al-Hatsits, Hal. 66)

Baca Juga: Resep Kue Pancong Rasanya Manis, Enak dan Lezat

Kesimpulannya, tidur pada saat berpuasa dapat disebut sebagai ibadah ketika memenuhi dua hal.

Pertama, tidak dimaksudkan untuk bermalas-malasan, tapi untuk lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah. Kedua, tidak mencampuri ibadah puasanya dengan melakukan perbuatan maksiat.

Editor: Ari Arjuno

Sumber: NUoniline

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Versi Niat Puasa Ramadhan, Mana Yang Sah?

Selasa, 29 Maret 2022 | 22:02 WIB

Pingin Sukses? Yuk Pelajari Kiat- Kiat nya, Simak!

Senin, 28 Maret 2022 | 22:11 WIB

Ayat Firman Dalam Agama Kristen Tentang Doa

Senin, 28 Maret 2022 | 16:00 WIB
X